Rabu, 26/04/2017 09:15 WIB
Dua pramugari yang menamakan dirinya STS (tua, gemuk dan jelek) mengajukan tuntutan terhadap maskapai penerbangan Aeroflot ke pengadilan. Pasalnya perusahaan Rusia tersebut memindahkan dua pramugari itu dari penerbangan iinternasional ke rute domestik dengan bayaran yang sangat rendah hanya karena penampilan fisik mereka.
Evgenia Magurina, salah satu pengadu, mengklaim bahwa tahun lalu semua pramugari Aeroflot difoto, diukur dan dalam beberapa kasus ditimbang. Wanita yang tidak memenuhi persyaratan ditarik dari jalur internasional.
"Mereka menurunkan gaji kami karena berat badan kami. Kami diijinkan terbang tap dengan gaji yang kecil. Ini tentu mempengaruhi sekitar 600 petugas Aefroflot lainnya," ungkap Magurina, sebagaimana dilansir pada The Guardian.
Namun sayangnya tuntutan tersebut dimenangkan oleh pihak Maskapai. Bahkan pihak perusahaan Aefroflot bersikeras bahwa mereka tidak pernah melakukan diskriminasi berdasarkan penampilan, usia atau berat badan dan bahwa semua tuduhan Magurina tidak berdasar.
Drone Ukraina Hantam Tiga Kapal Perang Rusia di Krime
Eropa Kekurangan Mesin Jet untuk Sokong Program Drone Ukraina
Ukraina Tuding Rusia Beri Bantuan Siber dan Mata-Mata untuk Iran
Akan tetapi, pada Selasa kemarin (245/4) perwakilan Aeroflot tersebut tampaknya secara diam-diam mengakui bahwa kebijakan semacam itu memang berlaku. Mereka mengakui bahwa memiliki pramugari gemuk itu berbahaya.
"Aeroflot adalah maskapai penerbangan premium dan sebagian alasan orang membayar tiket adalah penampilan karyawannya," kata Pavel Danilin, anggota dewan publik maskapai penerbangan tersebut.
Dia juga mengatakan sebuah survei terhadap penumpang Aeroflot menunjukkan bahwa 92% ingin melihat pramugari yang sesuai dengan harapan mereka yaitu seksi dan punya berat badan yang ideal.
Keyword : maskapai Aeoflot Pramugari gemuk Rusia