Jum'at, 22/12/2023 22:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud Md menyebutkan bahwa regulasi yang rumit dan bertele-tele di sektor pembangunan usaha dan investasi menjadi penghambat Indonesia mendapat banyak investasi dari para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Di lapangan, investasi sulit Pak, prosedurnya bertele-tele," kata Mahfud dalam Debat Cawapres 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (22/12).
Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar menanggapi jabawan Mahfud soal pentingnya membangun kepercayaan (trust) investor untuk berinvestasi di Indonesia, Mahfud menyoroti prosedur yang bertele-tele disebabkan oleh adanya konflik kepentingan (conflict of interest) hingga orang yang ingin memulai usaha perlu memberikan dana lebih kepada pihak ketiga untuk bisa mendapatkan izin operasional.
Ia mencontohkan dalam salah satu kasus yang pernah ditangani, terdapat satu pendiri UMKM yang perlu melalui 24 meja untuk mendapatkan izin memulai usahanya.
Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional
Silaturahmi ke Menhut, PT Eco Power Nusantara Jajaki Proyek Investasi Hijau
Legislator PDIP: Investasi Harus Lindungi Hak Masyarakat Atas Lahan
Dikarenakan permasalahan tersebut ia nilai telah menjamur dalam masyarakat, Mahfud pun mempertanyakan jenis kepastian hukum seperti apa yang harus ada untuk melindungi pengusaha, sekaligus yang dapat menjamin para investor mau dan mempertahankan investasinya di Indonesia.
"Instrumen hukum apa yang bisa Pak Imin sediakan untuk menjawab itu semua?," kata Mahfud.
Sebelumnya, Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa Indonesia perlu sebuah hukum yang dapat menjamin para investor merasa aman dan nyaman berinvestasi di Tanah Air.
Hal tersebut bertujuan agar jaminan investasi tidak disalahkan oleh pihak lain, serta tidak menjadi beban baru yang mengandung kecurigaan masyarakat akibat kepercayaan yang menurun karena mempertanyakan kredibilitas pemerintah dalam mengatasi permasalahan itu.
"Hukum harus ditekankan untuk membangun trust agar semua yang investasi merasa aman," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin.
Cak Imin menilai, hal tersebut sangat penting untuk pembangunan ekonomi dan kestabilan bangsa. Sayangnya, peluang investasi masih tertutup karena bangsa lebih condong berinvestasi pada sektor padat modal.
Seharusnya, melihat peluang bangsa yang amat besar pemerintah dapat mendorong masyarakat untuk menggeser ke sektor padat karya. Dengan demikian, akses bagi usaha kecil dan menengah dapat lebih tumbuh dan berkembang.
"Kita harus kuatkan kapasitas dan kualitas produksi dari UMKM kita dan sekaligus memberi fasilitas, kemampuan, permasalahan untuk meyakinkan calon investor baik dalam maupun luar negeri," kata Cak Imin.