Sabtu, 08/04/2017 12:40 WIB
Jakarta - Direktur Poltracking Hanta Yudha mengatakan penguasaan partai politik didalam tubuh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan semakin menjauhkan lembaga dari tujuan awal pembentukannya. Disatu sisi, kata Hanta, hakikat DPD mewakili perseorangan yang bertujuan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah.
"Jadi adanya monopoli dikuasainya (DPD) oleh parpol sebenarnya sudah keluar dari khittoh awal dibentunya DPD RI," ujar Hanta pada diskusi yang bertema "DPD Kok Gitu?" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/4/2017).
Hanta mengatakan DPD merupakan lembaga yang pada awalnya dibentuk untuk memperkuat sistem parlemen Indonesia dengan pola dua kamar. Menurutnya, DPD sejak awal dibayangkan menjadi lembaga yang dapat menambah peran DPR untuk memenuhi syarat kontrol ganda parlemen terhadap pemerintah.
"Ada double ceck. Jadi tidak hanya diluar kamar sistem demokrasi kita. Tetapi, didalam kamar parlemen itu harus ada saling mengimbangi antara DPR dan DPD. Bahkan, dalam buku yang saya tulis "Presidensial Setengah Hati" itu, ketika Presiden tersandera dan sulit mendapatkan dukungan ke DPR, ia datang ke DPD yang perseorangan itu. Itu tadinya," ungkapnya.
Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah
KPK Geledah Rumah Politikus PDIP Ono Surono
Senator Paul Desak Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Serahkan Diri
Hanta menawarkan dua pilihan jika DPD masih diharapkan dapat memperkuat fungsi dan perannya di parlemen.
"Kembali ke khittohnya memperjuangkan daerah, atau bubarkan DPD dengan memperkuat unicomeral. Memperkuat (peran) DPRRI," jelasnya.
Keyword : Pengamat politik Poltracking Hanta Yudha DPD