Senin, 27/02/2017 12:10 WIB
Jakarta – Sukses meraih penghargaan anugerah kerukunan umat beragama ‘Harmony Awards’ oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan bahwa konsistensi merupakan hal terpenting dalam memelihara kehidupan keberagamaan di daerahnya.
Konsistensi dikatakan Dedi Mulyadi adalah dengan meletakkan semangat kebangsaan di atas kepentingan politik dan golongan yang kerap kali memecah kerukunan antar umat beragama. Hal inilah yang diterapkan Dedi ketika dirinya selama ini menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
“Seringkali orang takut tergerus elektabilitasnya karena ingin menegakkan harmoni dalam keberagamaan. Karena menurut saya, ketika penyelenggara mengambil sumpah jabatan ya berarti sudah bersumpah untuk keutuhan NKRI,” kata Dedi Mulyadi kepada Jurnas.com sesaat setelah menerima anugerah Harmony Awards, Minggu (26/2) di Jakarta.
Saat disinggung terkait komentar miring tentang pembangunan sejumlah patung di Kabupaten Purwakarta yang dianggap kebablasan, Dedi malah mempertanyakan letak titik kebablasan tersebut. Pasalnya, menurut Dedi itu merupakan caranya untuk melestarikan dan mencintai kebudayaan.
Masih di Arab Saudi, Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Panggilan KPK
KPK Panggil Bos Maktour Fuad Hasan Terkait Korupsi Kuota Haji
KPK Limpahkan Perkara Yaqut Cholil ke Pengadilan Setalah Musim Haji 2026
“Disebut kebablasan itu karena ketidakpahaman. Kalau kita memahami empat elemen substansi dari kebudayaan yaitu tanah, air, api, dan matahari, bagaimana bisa disebut bablas? Masa kita punya kecintaan terhadap lingkungan dianggap kebablasan,” tambah Dedi.
“Jika memang itu mau dikaitkan dengan persoalan syara’, itu kan masih multitafsir,” tandasnya.