Selasa, 12/09/2023 18:54 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi berharap Partai Demokrat bisa bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Menurut dia, kemungkinan tersebut terbuka karena Demokrat pernah bersama-sama PAN dan Gerindra berjuang bersama-sama di pilpres sebelumnya.
"Pernah ada jejak sejarah PAN, Gerindra, dan Partai Demokrat bergabung di pemilu presiden beberapa pemilu yang lalu kan," kata Viva di Jakarta, Selasa (12/9).
Bergabungnya Demokrat bakal menambah kekuatan di basis konstituen dan politik KIM dan membuka pintu kemenangan.
Kemenhut Padamkan Kebakaran Savana Bukit Sempana, 25 Wisatawan Dievakuasi
Lima Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini
Dirjen Pemasyarakatan Ungkap Wajah Baru Lapas di Hadapan Ratusan Mahasiswa
"Gabungnya Demokrat akan berpotensi untuk menambah suara di Pilpres 2024 dan bisa membuka peluang untuk menang di Pemilu dan Pilpres 2024," terang Viva.
PAB bahkan tak menolak jika Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diajukan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo.
"Tetapi nanti akan dibahas bersama-sama secara musyawarah, mufakat, dan kolektif. Pokoknya di Koalisi Indonesia Maju itu nyaman, aman, terkendali, dan penuh dengan rasa kekeluargaan," kata dia.
Sebelumnya, Demokrat menyatakan mundur dari KPP. Dengan begitu, Demokrat tak lagi menjadi partai politik (parpol) pendukung Anies.
Hengkangnya Demokrat itu dipicu oleh keputusan Partai NasDem dan Anies Baswedan yang memilih Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres untuk Pilpres 2024.
Demokrat menyebut keputusan memilih Cak Imin sebagai cawapres itu dilakukan secara sepihak, tidak ada komunikasi yang dilakukan NasDem dan Anies kepada anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).