Kamis, 07/09/2023 17:49 WIB
Tokyo, Jurnas.com - Jepang meluncurkan pesawat luar angkasa eksplorasi ke Bulan pada Kamis (7/9), dengan menggunakan roket H-IIA buatan dalam negeri. Tokyo menargetkan menjadi negara kelima di dunia yang mendarat di Bulan awal tahun depan.
Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) mengatakan roket tersebut lepas landas dari Tanegashima Space Center di Jepang selatan sesuai rencana, dan berhasil meluncurkan Smart Lander for Investigating Moon (SLIM). Cuaca yang tidak mendukung menyebabkan tiga kali penundaan dalam seminggu bulan lalu.
Dijuluki "penembak jitu bulan", Jepang ingin mendaratkan SLIM dalam jarak 100 meter dari lokasi targetnya di permukaan Bulan. Misi senilai US$100 juta ini diperkirakan akan mulai mendarat pada Februari, setelah melakukan pendekatan yang panjang dan hemat bahan bakar.
"Tujuan besar SLIM adalah untuk membuktikan pendaratan dengan akurasi tinggi, untuk mencapai pendaratan di tempat yang kita inginkan di permukaan bulan, bukan mendarat di tempat yang kita bisa," kata Presiden JAXA Hiroshi Yamakawa dikutip dari Reuters.
Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang saat Dialog dengan Siswa NTB
Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak Tambahan untuk 20 Hari
Tradisi Lempar Koin Picu Masalah Kualitas Air di Gunung Fuji
Beberapa jam setelah peluncuran, JAXA mengatakan pihaknya menerima sinyal dari SLIM yang menunjukkan bahwa pesawat luar angkasa itu masih beroperasi secara normal.
Peluncuran dilakukan dua minggu setelah India menjadi negara keempat yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan lewat misi Chandrayaan-3 ke kutub selatan bulan yang belum dijelajahi. Sekitar waktu yang sama, pendarat Luna-25 Rusia jatuh saat mendekati bulan.
Keyword : Jepang Misi ke Bulan Pesawat Luar Angkasa