Rabu, 06/09/2023 18:24 WIB
Kiev, Jurnas.com - Pemerintah Rusia menarik pasukannya dari Desa Robotyne, Ukraina, lebih dari seminggu sejak Kiev mengumumkan kembalinya desa tersebut ke tangan Ukraina.
Pejabat tinggi yang dilantik Moskow di Zaporizhzhia, Yevgeny Balitsky mengatakan bahwa tentara Rusia mundur karena alasan taktis.
"Tentara Rusia mengabaikan pemukiman ini karena tetap berada di tanah terbuka, ketika tidak ada cara untuk menggali sepenuhnya, secara umum tidak masuk akal. Oleh karena itu tentara Rusia pindah ke perbukitan," terang dia dikutip dari Reuters pada Rabu (6/9).
Rusia sebelumnya tidak mengakui lepasnya Robotyne ke tangan Ukraina, yang sempat diumumkan oleh Kiev pada 28 Agustus lalu.
Rusia dan Korea Utara Resmikan Jembatan Darat Pertama
Narasi Presiden Kabur ke Rusia, Ulta: Jangan Terjebak Framing Negatif
Putin Sebut Ukraina Kehilangan 12 Tentara Setiap Bulan
Dalam laporan hariannya pada Selasa (5/9) kemarin, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah menangkis dua serangan Ukraina di dekat Robotyne.
Lebih dari 18 bulan setelah invasi Rusia, Ukraina mengatakan pihaknya berhasil mendapatkan kekuatan dan telah menembus garis pertahanan pertama Rusia di beberapa tempat di garis depan.
Kendati demikian, Moskow berulang kali menyatakan bahwa serangan balasan Ukraina yang telah dilakukan selama tiga bulan berakhir gagal.
Keyword : Rusia Ukraina Desa Robotyne Penarikan Pasukan