Jum'at, 01/09/2023 19:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Partai Demokrat melalui rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat memutuskan mencabut dukungannya terhadap bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Langkah itu diambil setelah Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, secara sepihak memilih Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak imin sebagai bacawapres Anies Baswedan.
"Setelah rapat, Majelis Tinggi Partai memutuskan sebagai berikut; yang pertama, Partai Demokrat mencabut dukungan kepada Saudara Anies Baswedan sebagai (bakal) calon presiden dalam Pilpres 2024," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng dalam konferensi pers di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/9).
Selain itu, Partai Demokrat juga menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Andi mengatakan bahwa Partai NasDem telah mengingkari kesepakatan yang selama ini dibangun.
Kader Partai Nasdem Demo di Depan Kantor Tempo
AHY Ajak Jaga Persatuan demi Wujudkan Pembangunan dan Kedamaian
Ibas Ajak Kader Perkuat Silaturahmi dan Membantu Masyarakat
"Kedua, Partai Demokrat tidak lagi berada dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) karena telah terjadi pengingkaran terhadap kesepakatan yang dibangun selama ini," kaya dia.
Adapun rapat digelar di pelataran pendopo kediaman Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY memimpin Sidang Majelis Tinggi Demokrat dengan didampingi Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulungnya sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat.
Sidang diawali dengan SBY menyampaikan fakta-fakta terkait langkah sepihak Partai NasDem dan Anies yang disampaikan oleh Iftitah Sulaiman, selaku utusan Partai Demokrat di Tim 8 Koalisi Perubahan.
SBY lalu lanjut memberikan arahan kepada pengurus, kader, dan anggota Sidang Majelis Tinggi. Dalam arahannya, SBY meminta kader Partai Demokrat tetap tenang dan optimistis menemukan jalan terbaik untuk Pilpres 2024.