Rabu, 30/08/2023 18:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Partai Golkar menilai penamaan koalisi pendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM) sudah tepat.
Menurut dia, KIM dinilai menggambarkan koalisi yang berkeinginan meneruskan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Soal nama KIM atau Koalisi Indonesia Maju, saya kira sudah tepat memilih nama koalisi ini. Identifikasi koalisi dengan pemerintahan Presiden Jokowi merupakan langkah politik yang tepat untuk menegaskan bahwa koalisi ini merupakan penerus atau pelanjut kepemimpinan Presiden Jokowi," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (30/8).
Ace kemudian menyinggung tingkat kepuasan kepemimpinan Jokowi yang cukup tinggi saat ini. Menurut dia, hal ini akan memengaruhi elektabilitas bagi Prabowo.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
"Secara elektoral, approval rating kepemimpinan Presiden Jokowi yang tinggi, tentu akan sangat menguntungkan bagi koalisi ini. Jadi, menurut saya, kita tidak usah ragu untuk menegaskan soal penerus Presiden Jokowi untuk Indonesia Maju," kata dia.
Di sisi lain, Partai Golkar meyakini PKB tidak keberatan dengan penamaan KIB tersebut. Mengingat, PKB merupakan partai pertama yang mengusung Prabowo sebagai capres.
PKB juga partai pertama yang membangun koalisi bersama Partai Gerindra dengan nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Partai besutan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diyakini menghormati komitmennya untuk bersama-sama memenangkan Prabowo di Pilpres 2024.
"Saya yakin PKB masih solid untuk menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju atau KIM. Bukankah PKB merupakan partai yang pertama kali mendukung Pak Prabowo sebagai capres," kata Ace yang Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.