Senin, 07/08/2023 19:34 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Parlemen harus ikut berperan membangun hubungan komunikasi diplomasi yang lebih besar lagi dengan negara-negara lain.
Demikian diutarakan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel usai pertemuan bilateral dengan Jepang, Maroko, dan Belarusia dalam acara AIPA, Jakarta, Senin (7/8).
"Parlemen harus ikut berperan membangun hubungan komunikasi diplomasi yang lebih besar lagi dengan negara-negara lain. Karena anggota parlemen kan Wakil Rakyat, jadi tentu bicara people to people atau heart to heart mewakili rakyat. Mungkin dengan pendekatan seperti itu akan mudah membangun kerjasama yang lebih luas lagi dengan negara lain," terangnya.
Politikus NasDem ini mengatakan, itu menjadi penting agar parlemen tidak melulu meloloskan undang-undang. Melainkan juga bisa mendukung menjabarkan undang-undang itu sendiri, supaya bisa dijalankan dengan baik.
5 Novel Karya Anak Bangsa yang Pas Dibaca di Akhir Pekan
Daftar 10 Film Terpopuler di Netflix Bulan Ini
Peringatan Referendum Timor Timur 30 Agustus, Ini Sejarah dan Maknanya
“Sehingga pada akhirnya akan membawa kebaikan bagi negara, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas,” kata Gobel.
Dengan Jepang misalnya, lndonesia-Jepang akan memperingati 66 tahun hubungan kerjasama bilateralnya. Telah banyak kerjasama yang terjalin kedua negara tersebut. Termasuk kerja sama antar parlemen. Begitu juga dengan hubungan Bilateral Indonesia dengan Maroko dan Indonesia dengan Belarusia.
"Oleh karena itu dengan kunjungan mereka ke sini, (dalam rangkaian AIPA ini), bagaimana kita bisa membangun hubungan diplomatik kedua negara. Saya namakan dengan people to people diplomacy. Maroko sebagai penghasil fosfat terbesar. Sedangkan Belarusia sebagai potasium. Kita akan coba kembangkan lagi kerja sama tersebut," demikian Gobel.