Jum'at, 04/08/2023 06:45 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kepala staf Presiden Volodymyr Zelenskyy, Andriy Yermak mengatakan, Ukraina dan Amerika Serikat (AS) memulai pembicaraan pada Kamis (3/8) yang bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Ukraina diberitahu bahwa Kelompok Tujuh (G7) akan menyusun dan menghormati jaminan keamanan dan membantu memperkuat militernya sehubungan dengan invasi Rusia ke Ukraina selama 17 bulan.
Pemerintah Kyiv melihat pembicaraan sebagai tahap sementara sambil menunggu aksesi ke aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Pada pertemuan puncak di Vilnius, Lituania, para pemimpin NATO menawarkan dukungan kepada Ukraina, tetapi mengesampingkan gagasan keanggotaan sampai perang dengan Rusia diselesaikan.
Yermak, menulis di aplikasi perpesanan Telegram, mengatakan kesepakatan yang dicapai di Vilnius adalah dasar untuk menyusun kesepakatan bilateral yang sesuai.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
"Merupakan simbol bahwa AS, mitra strategis terbesar kami, menjadi negara pertama yang memulai proses ini dengan Ukraina," tulis Yermak. "Melalui proses ini kami akan membuat model yang sukses untuk mitra lainnya," tulinya.
Anggota G7 menyetujui setiap negara untuk merundingkan perjanjian.
Yermak menyatakan kembali posisi Ukraina yang menjamin "akan memperkuat Ukraina di sepanjang jalan menuju keanggotaan masa depan komunitas Euro-Atlantik, termasuk NATO dan Uni Eropa".
Yermak tidak mengatakan di mana pembicaraan itu berlangsung atau siapa yang ambil bagian, tetapi sebuah foto yang menyertai postingannya menunjukkan dia duduk di sebuah meja di kantor presiden Ukraina di ibu kota Kyiv.
Sumber: Reuters