Kamis, 20/07/2023 05:17 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy meminta kepada sekutunya dari Barat untuk mengirimkan sistem pertahanan udara yang lebih modern untuk melindungi kota-kota di mana infrastruktur strategis penting terletak.
Hal itu dia sampaikan setelah Odesa, salah satu pelabuhan utama Ukraina untuk mengekspor biji-bijian, diserang rudal Rusia.
Dia mengatakan, perlu untuk memastikan pertahanan udara dari semua kota Ukraina, terutama yang memasok militer, yang dilalui oleh koridor logistik utama, di mana infrastruktur strategis dan fasilitas nuklir berada.
"Sistem seperti SAMP/T dan Patriot dapat melindungi infrastruktur pelabuhan Ukraina. Mereka dapat disediakan oleh masing-masing negara bagian," ujar Zelenskyy.
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia
Intelijen Kenya Ungkap Bayaran Tentara Rusia, Dua Digit per Bulan!
Zelensky Belum Yakin Sekutu Barat Jamin Keamanan Ukraina
"Saya sudah bernegosiasi dengan Emmanuel Macron dan Giorgia Meloni, dan ada sistem SAMP/T. Mereka bekerja dengan sempurna. Jika kami memiliki sistem tambahan, mereka akan melindungi infrastruktur Odesa, bukan hanya pelabuhannya. Atau bisa juga sistem Patriot," katanya.
Ukraina telah lama berargumen bahwa dia tidak memiliki sistem pertahanan udara untuk melindungi seluruh wilayah negaranya dari serangan Rusia.
Kyiv mengatakan Rusia menghancurkan infrastruktur ekspor biji-bijian dalam serangan terhadap dua Pelabuhan Laut Hitamnya. Serangan itu membuat Moskow meluncurkan rudal jelajah berbasis udara, darat dan laut, termasuk Kalibr, dan 32 drone buatan Iran.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia menembakkan 16 rudal jelajah Kalibr, delapan rudal jelajah X-22, enam rudal jelajah Oniks, sebuah peluru kendali X-59 dan 32 serangan UAV Shahed-136/13 di Ukraina dalam semalam.
Sumber: Al Arabiya