Selasa, 11/07/2023 04:20 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono menegaskan bahwa kegiatan Dewan Pakar Golkar di kediaman Agung Laksono bukan merupakan rapat resmi. Pertemuan para Dewan Pakar Golkar itu hanya silaturahmi rutin yang dilakukan guna membahas isu terkini tanah air.
"Ya itu rapat silaturahmi bukan rapat resmi yang membuat keputusan mengikat. Itu silaturahmi yang biasa dilakukan rutin untuk membahas isu-isu terkini," ungkapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/7).
Anggota DPR RI ini mengatakan, rekomendasi Dewan Pakar Golkar tak bersifat wajib dijalankan oleh DPP. Bila rekomendasi Dewan Pakar Golkar dinilai tepat, DPP Golkar bisa menjalankan rekomendasi tersebut.
"Kalau memang masukannya itu sesuai dengan kebutuhan dan dalam kondisi riil, ya jadi penguatan. Tetapi masukan dari pakar tidak akan bertentangan dengan DPP Golkar," jelas Dave.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Apakah pertemuan tersebut ikut membahas usulan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), Dave menampiknya.
"Kan sudah putus ya, jadi tidak mungkin diubah lagi, tidak ada munaslub," tandasnya.
Diketahui, Anggota Dewan Pakar Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, pihaknya mengevaluasi hasil Munas Golkar 2019 yang menetapkan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto menjadi bacapres. Hal tersebut tindak lanjut rapat yang digelar Dewan Pakar Golkar di kediaman Agung Laksono pada Minggu (9/7) malam.
Dalam rapat itu, Ridwan tidak menutup kemungkinan munculnya potensi Munaslub untuk mencopot Airlangga sebagai ketua umum. "Ya apabila keputusan Munas itu bukan Airlangga jadi calon presiden, berarti harus Munaslub, karena harus mengubah keputusannya," tuturnya.
Keyword : Warta DPR Golkar Dave Laksono Dewan Pakar Munaslub