Jum'at, 07/07/2023 13:52 WIB
Beijing, Jurnas.com - Produsen mobil listrik, Tesla, memulai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di pabrik baterainya yang ada di China. Sejumlah pekerja dikabarkan telah dirumahkan.
Menurut laporan yang dikutip oleh Reuters pada Jumat (7/7) itu, belum diketahui jumlah pekerja yang akan diberhentikan, atau alasan spesifik di balik keputusan tersebut. Tesla juga belum memberikan tanggapan hingga hari ini.
Laporan PHK pertama kali muncul di media setempat, Deep Analysis pada Kamis (6/7) kemarin. Dikatakan, kurang dari 1.000 karyawan dipekerjakan di dua lini produksi baterai Tesla.
Diketahui, Tesla`s Gigafactory Shanghai, pabrik terbesar dan paling produktif, mempekerjakan sekitar 20.000 pekerja, termasuk di gedung perakitan Model Y dan Model 3.
Para Petinggi Teknologi Global Bantah AI Penyebab PHK Massal
Harta Rp14.152 Triliun, Elon Musk Orang Terkaya di Dunia
Pimpinan DPR Minta PHK Massal Karyawan Mie Sedaap Dihentikan
Ini bukan pertama kalinya Tesla melakukan PHK. Tahun lalu, perusahaan milik Elon Musk itu merumahkan 229 karyawan di kantor San Mateo, California, Amerika Serikat (AS).
Selain itu, Musk juga memutuskan untuk menutup secara permanen kantor Tesla cabang San Mateo, yang bertugas mengerjakan sistem autopilot driver-assistant untuk mobil listrik Tesla.
Keyword : Tesla PHK Pemutusan Hubungan Kerja Elon Musk