Pengungsi Perang Sudan Dijangkiti Campak dan Kekurangan Gizi

Minggu, 02/07/2023 21:42 WIB

Khartoum, Jurnas.com - Para pengungsi Perang Sudan yang melarikan diri kini dijangkiti oleh penyakit campak dan kekurangan gizi, akibat minimnya fasilitas kesehatan yang berfungsi.

Banyak korban terluka tidak bisa mencapai rumah sakit. Mayat yang tergeletak dan membusuk di jalanan Khartoum dan Darfur juga menjadi pemandangan biasa.

"Ratusan ribu orang, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak memadati kamp-kamp yang membentang dari selatan Khartoum sampai ke perbatasan dengan Sudan Selatan," demikian laporan Doctors Without Borders (MSF) dikutip dari AFP pada Minggu (2/7).

"Ada dugaan kasus campak, dan kekurangan gizi di kalangan anak-anak telah menjadi darurat kesehatan yang vital," sambung dia.

"Dari 6 hingga 7 Juni kami merawat 223 anak yang diduga campak, 72 dirawat di rumah sakit dan 13 meninggal dunia."

Diketahui, perang menghancurkan infrastruktur negara yang sudah rapuh, membuat penduduk kekurangan air dan listrik di tengah panas yang menyengat.

Banyak gencatan senjata, termasuk beberapa yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi, namun upaya tersebut nyatanya gagal bertahan.

Pertempuran berlanjut selama liburan Iduladha yang baru saja berakhir, di mana pihak yang bertikai mengumumkan gencatan senjata sepihak yang terpisah.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya