Rabu, 31/05/2023 21:16 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit berharap bahwa ke depan nanti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tak sekadar melakukan pemeriksaan keuangan berdasarkan laporan.
Ia mengungkapkan agar nantinya pemeriksaan BPK juga dapat mengukur kinerja penggunaan anggaran tersebut.
“Di luar daripada tugas-tugas reguler yang selama ini dilakukan oleh BPK yaitu melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan dan lembaga negara. Maka yang kita inginkan adalah ke depan pemeriksaan BPK itu lebih bisa mengukur kinerja-kinerja dari anggaran. Itu yang kita ingin ditingkatkan ke depan,” ujar Dolfie setelah rapat Pengambilan Keputusan Calon Anggota BPK RI di gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/5).
Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan kepada 12 calon anggota BPK untuk mencari pengganti Agus Joko Pramono yang masa jabatannya akan berakhir Agustus mendatang. Setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan selama 3 tiga hari sejak Senin (29/5/2023) hingga Rabu (31/5).
OJK Diminta Perkuat Teknologi dan Literasi Berantas Pinjol Ilegal
Dolfie Minta DJP Susun Klaster Penghasilan untuk Ukur Kesejahteraan Rakyat
DPR Minta Bea Cukai Benahi Layanan dan Tata Kelola Ekspor-Impor
Dalam rapat internal pengambilan keputusan calon anggota BPK yang dilanjutkan dengan pemungutan suara, Komisi XI DPR RI menyepakati Slamet Eddy Purnomo sebagai anggota BPK terpilih. Slamet mengantongi 32 suara, meninggalkan rivalnya Dumoly Freddy Pardede yang mendapat 24 suara.
Mengenai pemilihan anggota BPK ini, Dolfie menilai bahwa masing-masing anggota dewan memiliki pertimbangannya tersendiri dalam menentukan pilihannya. Menurutnya dua nama yang berhasil meraup banyak suara itu memiliki kompetensi yang sesuai tugas BPK.
“Kalau ditanya apa pertimbangannya, anggota masing-masing punya pertimbangan tapi itu lah hasil yang merefleksikan bahwa dua orang ini yang dianggap memiliki kompetensi yang sesuai dengan BPK ke depan cuma lebih banyak yang memilih Slamet Eddy Purnomo,” tutup politisi PDI-P itu.