Senin, 29/05/2023 17:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan mengingatkan KPU dan Bawaslu RI untuk berhati-hati dan menghindari politik transaksional dalam perekrutan calon anggota KPU maupun Bawaslu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
"Saya ingatkan kepada KPU dan Bawaslu RI untuk hati-hati. Kami mendengar bermacam-macam rumor terkait rekrutmen komisioner KPU dan Bawaslu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," kata Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia dalam rapat dengan pendapat (RDP) Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/5).
Bukan tanpa alasan, menurut Doli, hal itu dia utarakan karena menerima informasi adanya unsur transaksional dalam proses seleksi anggota KPU-Bawaslu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
"Saya berusaha tidak percaya, namun rasa-rasanya kalau tidak diingatkan maka akan terus terjadi. Kalau rekrutmen berdasarkan kolega dan teman, bisa ditoleransi, namun karena transaksional maka bangsa ini tidak akan memaafkan saudara-saudara semua," tegasnya.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Politikus Golkar ini juga meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk mencermati informasi berkaitan dengan hal tersebut.
"Jadi saya mau ingatkan terutama DKPP nih, kita harus hormati ini forum terbuka ya ada live streaming. Kalau ada orang-orang yang merasa melihat kejadian-kejadian itu Komisi II siap membuka diri untuk itu, kalau ada yang lapor saya kira enggak ada ampun kalau soal kayak begitu," jelasnya.
"Kita sudah bertekad dari awal untuk membuat Pemilu 2024 ini pemilu yang berwibawa dan bersih. Jangan sampai kita mau bersih, berharap masyarakatnya bersih, tapi kita tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," imbuh Doli.