Richard Gere Kecewa Makna Kata Kebijakan Trump

Minggu, 12/02/2017 19:15 WIB

Berlin  - Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait pelarangan perjalanan pengungsi dari tuju negara yang berpenduduk sebagai besar muslim, dikritis aktor dan pengiat Hak Asasi Manusia (HAM), Richard Gere. Kata dia, Trump berhasil menggabungkan makna "pengungsi" dan "teroris" dalam pikiran warga Amerika.

Itu dikemukakannya pada jumpa pers di Festival Film Berlin. Menurut Gere, dua makna kata itu mengalami perubahan makna yang mengecewakan.  "Hal paling mengerikan yang Trump lakukan adalah menggabungkan dua kata, pengungsi dan teroris," pesohor berusia 67 tahun itu kepada lebih dari 100 wartawan.

Menurut Gere lagi, kata itu berarti sama di Amerika Serikat sekarang. "Itu yang berhasil Trump capai untuk sebagian besar dari penduduk kami. Pengungsi dulu maknanya adalah seseorang yang kita beri empati, yang kita ingin bantu, yang kami ingin beri perlindungan," kata Gere.

"Sekarang, kita takut pada mereka layaknya teroris, dan itu adalah kejahatan terbesar, mencampuradukkan kedua pemikiran tersebut."

Saat wawancara dengan Reuters, Gere mengatakan bahwa telah terinspirasi oleh protes di AS terhadap kebijakan Trump. "Saya pada dasarnya optimistis, jadi saya melihat ini sebagai kesempatan bagi orang untuk muncul sehari setelah Trump dilantik," kata Gere.

TERKINI
Ini Alasan Hari Kartini Selalu Identik dengan Kebaya Selain Kartini, Ini 4 Perempuan Pejuang Pendidikan di Indonesia Peringatan Hari Kartini Setiap 21 April: Ini Sejarah hingga Tujuannya 21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini