Kamis, 11/05/2023 22:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno menyoroti serangan siber pada sistem digital Bank Syariah Indonesia (BSI) beberapa waktu lalu.
“Cyber security (keamanan jagad maya) merupakan fokus manajemen risiko di era digital. Itu alasan manajemen keamanannya dilakukan berlapis-lapis,” katanya kepada wartawan, Kamis (11/5).
Menurut dia, keamanan siber (cyber security) di dunia perbankan harus dibuat berlapis. Di sisi lain, Politikus PDIP itu juga berpesan, setiap bank harus berhati-hati pada para oknum baik dari internal maupun eksternal.
"Setiap pembobolan harus diselidiki secara seksama. Dalam sejumlah kasus, ada persekongkolan antara orang dalam, konsultan IT, dan spesialis pembobol (hackers)," jelasnya.
Fraksi NasDem Bangun Gerakan Literasi di Lapas Lewat Donasi Ribuan Buku
Anggota DPR: Korupsi Izin Tinggal Orang Asing Ancam Kedaulatan Negara
Komisi III DPR Serap Aspirasi Aktivis untuk Sempurnakan RUU Polri
Sementara itu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami nasabah dalam mengakses layanan BSI, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dana dan data milik nasabah.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan proses normalisasi dengan fokus utama untuk menjaga dana dan data nasabah tetap aman, dan hingga saat ini proses normalisasi layanan telah dilakukan dengan baik.