Kamis, 11/05/2023 07:20 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Wakil Presiden Komisi Eropa, Maros Sefcovic mengatakan, Komisi Eropa telah menerbitkan tender internasional pertamanya untuk pembelian gas alam cair (LNG) bersama melalui mekanisme baru.
Menurut pejabat itu, putaran tender pertama dibuka hingga 15 Mei, dan mencakup pengiriman gas dari Juni 2023 hingga Mei 2024 dengan 77 perusahaan dari seluruh Uni Eropa telah mengajukan permintaan untuk total volume sekitar 11,6 miliar meter kubik (bcm) gas.
Dia menambahkan bahwa permintaan bahan bakar super dingin berkisar sekitar 2,8 bcm, sementara hampir 9,6 bcm telah diminta untuk pengiriman melalui pipa.
"Ini adalah tonggak bersejarah – karena, untuk pertama kalinya, kami memanfaatkan bobot ekonomi kolektif Uni Eropa untuk meningkatkan keamanan energi kami dan mengatasi harga gas yang tinggi," kata Sefcovic seperti dikutip dari RT.
Uni Eropa Bakal Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Suriah
Terancam Krisis Avtur, Uni Eropa Siapkan Rencana Darurat
PM Italia Usul Penangguhan Aturan Defisit UE di Tengah Risiko Konflik
Eksekutif blok tersebut diperkirakan akan meluncurkan tender setiap tiga bulan, katanya, menyoroti bahwa respons pasar terhadap tender pertama positif dan membesarkan hati.
"Sekitar 107 perusahaan sejauh ini telah berlangganan untuk berpartisipasi dalam pembelian gas bersama melalui mekanisme AggregateEU yang baru dibuat, dan lebih banyak perusahaan sedang dalam proses melakukannya," tambah Sefcovic.
Mekanisme AgregatEU, yang dipandang sebagai pasar baru untuk memperdagangkan gas di wilayah tersebut, diluncurkan oleh Komisi pada bulan April.
Anggota parlemen Uni Eropa mengharapkan alat tersebut untuk membantu anggota blok untuk bersama-sama mengisi ulang toko gas untuk musim dingin mendatang dan memperkuat keamanan energi di wilayah tersebut.
Alat baru ini jelas sama-sama menguntungkan bagi pelanggan Uni Eropa dan pemasok gas alam internasional, menurut Sefcovic, yang juga mengatakan akan membantu sektor industri, termasuk perusahaan padat energi, untuk membangun hubungan komersial baru dengan pemasok gas alternatif di tengah upaya Uni Eropa untuk menghentikan impor Rusia.