Selasa, 09/05/2023 16:08 WIB
London, Jurnas.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menegaskan bahwa timnya tidak ingin menjadikan laga kontrak Real Madrid di putaran pertama semifinal Liga Champions, sebagai partai balas dendam atas kekalahan di Liga Champions 2021-2022.
City pernah dikalahkan secara dramatis oleh El Real dengan skor agregat 5-6 musim lalu di babak yang sama. Dan kini, The Citizen berpeluang membalaskan kekalahan tersebut.
"Kami di sini bukan untuk membalas dendam. Apa yang terjadi, terjadi di masa lalu. Pelajaran yang bisa kita petik adalah belajar sedikit apa yang terjadi, dapatkan hasil yang baik dan tampil baik besok untuk memberi kita kesempatan untuk mencapai final ketika kami bermain di Manchester. Ini sangat berbeda dengan musim lalu," kata Guardiola dikutip dari Goal pada Selasa (9/5).
"Itu tidak terjadi musim lalu karena kami melawan Real Madrid dan mereka tahu apa yang harus dilakukan. Tapi semakin sering kami bermain melawan mereka, semakin banyak yang kami pelajari. Satu tahun kemudian kami berada di sini lagi. Setelah apa yang terjadi musim lalu, ini poin yang bagus untuk kita," imbuh dia.
Kalah Tipis di Etihad, Martin Odegaard Sebut Arsenal Kurang Beruntung
Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions
Carrick Puji Mentalitas Pemainnya Usai Menang Lawan Chelsea
Di sisi lain, Guardiola juga mengakui bahwa sulit baginya untuk menerima kekalahan musim lalu, terutama karena mereka mengendalikan pertandingan dan memimpin agregat 5-3 menjelang injury time.
Namun, dua gol dari Rodrygo dan penalti Karim Benzema membuat mereka kalah di perpanjangan waktu, yang menjadi akhir dunia bagi juru racik asal Spanyol tersebut.
"Tujuh tahun lalu kami ingin memenangkan Liga Champions. Musim lalu (seperti) akhir dunia tetapi di sini kami kembali. Menjadi stabil adalah hal yang paling penting. Yang penting adalah kami berusaha menjadi lebih baik setiap tahun," tutup dia.