Kamis, 09/03/2023 21:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Selama momentum Ramadan dan Lebaran 2023, Pemerintah akan memastikan daya beli masyarakat kalangan menengah bawah dapat terjaga, sehingga sinergi dan kerja sama antar pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kementerian/lembaga perlu ditingkatkan.
Hal tersebut, disampaikan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu, dalam acara BNI Emerald Market Outlook, di Jakarta, Kamis (9/3).
"Kita akan menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, tentunya ini menjadi perhatian pemerintah yang cukup serius. Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan yang memastikan stabilitas harta tetap terjaga selama bulan Ramadan," ujar Febrio.
Hanya saja, Febrio tidak secara rinci menjelaskan kebijakan yang tengah dipersiapkan pemerintah tersebut untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran 2023. Namun yang pasti, pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) pangan seperti beras, telur dan ayam selama tiga bulan.
5 Fakta Menarik RA Kartini yang Jarang Diketahui
Dewa United Kecam Kekerasan di Semarang, Desak Sanksi Tegas ke Pemain
Mendiktisaintek Diminta Libatkan Kampus dalam Proyek Giant Sea Wall
Tidak hanya itu, Febrio bilang bahwa pemerintah juga memastikan supply bahan pangan ada di setiap provinsi. Ini juga merupakan upaya untuk menekan inflasi pangan pada saat Ramadan dan Lebaran 2023.
"Ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), dan semua kementerian bekerja bahu membahu memastikan supply beras ada di setiap provinsi, supply cabe ada di setiap provinsi, supply bawang ada di setiap provinsi," ungkap Febrio.
Keyword : RamadanLebarandaya belimasyarakat