Minggu, 05/03/2023 07:08 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Korea Utara meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menuntut penghentian segera latihan militer gabungan oleh Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Latihan gabungan tersebut meningkatkan ketegangan yang mengancam lepas kendali.
"Latihan dan retorika dari sekutu secara tidak bertanggung jawab meningkatkan tingkat konfrontasi," kata Wakil Menteri Luar Negeri untuk Organisasi Internasional, Kim Son Gyong dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara KCNA.
AS dan Korea Selatan akan melakukan lebih dari 10 hari latihan militer skala besar pada bulan Maret, termasuk pendaratan amfibi, kata pejabat dari kedua negara pada hari Jumat.
PBB: 2025 Tahun Paling Mematikan bagi Pengungsi Rohingya di Laut
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir
Tak Cuma Mengecam, Begini Balasan Italia usai Pasukannya Diserang Israel
AS dan Korea Selatan mengatakan latihan itu untuk membela diri dan diperlukan untuk melawan ancaman yang meningkat dari program rudal balistik dan senjata nuklir Korea Utara, yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.
Korea Utara pada hari Sabtu menyalahkan AS atas apa yang dikatakannya sebagai runtuhnya sistem kontrol senjata internasional dan mengatakan senjata nuklir Pyongyang adalah tanggapan yang adil untuk memastikan keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut.
Sekutu juga melakukan latihan udara gabungan dengan pembom jarak jauh Amerika dan pesawat tempur Korea Selatan pada hari Jumat, dan telah melakukan latihan selama berminggu-minggu untuk pasukan ransum khusus.
"PBB dan komunitas internasional harus mendesak AS dan Korea Selatan untuk segera menghentikan pernyataan provokatif dan latihan militer bersama mereka," kata Kim Son Gyong.
"Sangat disesalkan bahwa PBB secara konsisten diam pada latihan, yang memiliki sifat agresif yang jelas," kata dia.
Bulan lalu Kim mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah "sangat tidak adil, tidak seimbang" dalam uji coba rudal Korea Utara.
Sumber: Reuters