Rabu, 01/02/2023 07:32 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden bersama Presiden Volodymyr Zelenskyy akan membahas permintaan terbaru Ukraina untuk persenjataan canggih untuk bertahan melawan Rusia.
"Kami akan berbicara," kata Biden kepada wartawan pada pagi hari setelah dia menjawab dengan tegas "tidak" ketika ditanya di Gedung Putih apakah dia akan mengirim jet tempur F-16 ke Ukraina.
AS sejauh ini merupakan pemasok senjata terbesar ke Ukraina, di mana invasi Rusia sekarang mendekati tanda satu tahun. Koalisi negara-negara Barat lainnya juga mengirimkan senjata, mulai dari senapan hingga kendaraan lapis baja dan artileri.
Namun, dengan Rusia yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah dalam penghancuran tetangganya Ukraina, Zelenskyy mengeluarkan seruan untuk senjata yang lebih kuat dan canggih.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Baru-baru ini, AS dan Jerman setuju untuk mengirim tank canggih, mengikuti jejak Inggris sebelumnya. Sekarang, Ukraina meminta jet tempur dan rudal jarak jauh yang bisa mencapai sasaran Rusia jauh di belakang garis depan.
Pada Selasa (31/1), Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Wojciech Skurkiewicz mengatakan kepada AFP bahwa Polandia, pemain kunci dalam koalisi Barat, saat ini tidak melakukan "diskusi resmi" untuk mentransfer F-16 miliknya sendiri ke Ukraina.
Sumber: AFP