Sabtu, 28/01/2023 06:59 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Korea Utara mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan tank tempur ke Ukraina dan mengatakan Washington lebih jauh melewati garis merah untuk memenangkan hegemoni melalui perang proksi.
Saudara perempuan kuat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, membuat pernyataan tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh KCNA. Dia mengatakan bahwa Korea Utara akan "berdiri di parit yang sama" dengan Rusia melawan AS.
Belum lama ini, AS mengatakan akan memasok Ukraina 31 tank tempur paling canggihnya. Keputusan tersebut, menyusul kesepakatan Jerman yang juga setuju untuk mengirim 14 tank Leopard 2 A6.
"Saya menyatakan keprihatinan serius atas AS yang meningkatkan situasi perang dengan menyediakan perangkat keras militer kepada Ukraina untuk serangan darat," kata Kim Yo Jong dalam pernyataan itu.
Industri Manufaktur Kehilangan 177 Ribu Pekerjaan Sepanjang 2025
AS Cabut Lisensi Perizinan Penjualan Minyak Iran
Pochettino Buka Suara Usai AS Tersingkir di Piala Dunia
"AS dan negara-negara Barat tidak memiliki hak atau pembenaran untuk memfitnah pelaksanaan hak untuk membela diri oleh negara berdaulat," sambung dia.
Korea Utara yang bersenjata nuklir meluncurkan rudal dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun lalu, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu mencapai daratan AS.
Para pejabat AS dan Korea Selatan juga telah memperingatkan bahwa Korea Utara mungkin sedang mempersiapkan uji coba pertama perangkat nuklirnya sejak 2017.
Sumber: Reuters