Gross Split Membuat Pengembalian Investasi Lebih Lama

Senin, 30/01/2017 09:55 WIB

Jakarta - Skema gross split yang diterapkan pemerintah dalam penghitungan bagi hasil minyak dan gas bumi memiliki sisi negatif, salah satunya pengembalian investasi akan lebih panjang.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menatakan gross split membuat jangka waktu pengembalian investasi bisa mencapai 10-15 tahun. Berbeda dengan skema cost recovery sebelumnya yang rata-rata hanya 5 tahun.

"Resiko yang paling jelas adalah pengembalian investasi jauh lebih panjang. Kalau dulu katakanlah dalam waktu 5 tahun karena cost recovery, tapi ini setelah produksi bisa 10 sampai 15 tahun lebih panjang resiko investasinya, terhadap biaya modal pembiayaan dan lain sebagainya," ujar Komaidi.

Komaidi pun menyarankan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat kalkulasi yang sesederhana mungkin menyangkut resiko investasi pembiayaan dari pihak ketiga. Semua ketentuan dari skema gross split ini perlu dibuat lebih sederhana.

"Sekarang skema gross split variabelnya banyak jadi kompleks," tukas Komaidi.

TERKINI
Ukraina Dituding Sebagai Akar Masalah Ketegangan Rusia dengan Eropa Netanyahu Perintahkan Perluasan Operasi Militer di Lebanon 20 Ucapan Hari Lahir Pancasila untuk Caption Medsos Tari Komodo Siswa SR Kupang Memukau, Mensos Puji Perkembangan Anak Didik