Minggu, 01/01/2023 16:36 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertahanan China mengatakan, pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang terlibat dalam konfrontasi dengan pesawat China di perairan selatan yang disengketakan pekan lalu melanggar hukum internasional dan membahayakan keselamatan pilot China.
Militer AS mengatakan pada Kamis (29/12) bahwa jet tempur Angkatan Laut China J-11 datang dalam jarak 3m dari pesawat RC-135 angkatan udara AS pada 21 Desember, memaksanya untuk melakukan manuver mengelak untuk menghindari tabrakan.
Namun, juru bicara Komando Teater Selatan China, Tian Junli mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam bahwa AS telah menyesatkan publik tentang insiden di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan.
Dia mengatakan pesawat AS melanggar hukum internasional, mengabaikan peringatan berulang kali oleh China dan melakukan pendekatan berbahaya yang mengancam keselamatan pesawat China.
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
PM Spanyol Minta China Ambil Peran Lebih Besar di Panggung Global
"AS dengan sengaja menyesatkan opini publik dalam upaya membingungkan khalayak internasional," kata Tian, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/1).
"Kami dengan sungguh-sungguh meminta pihak AS untuk menahan tindakan angkatan laut dan udara garis depan, secara ketat mematuhi hukum dan perjanjian internasional terkait, dan mencegah kecelakaan di laut dan udara," sambung dia.
Negeri Tirai Bambu mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai wilayah kedaulatannya, tetapi sebagian diperebutkan oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan, dan Brunei.