Presiden Erdogan Sebut Ronaldo Korban Politik Piala Dunia

Senin, 26/12/2022 21:52 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Cristiano Ronaldo menjadi sasaran larangan politik di Piala Dunia, sehingga jarang dimainkan.

Seperti diketahui, Cristiano ikut mendukung perjuangan Palestina yang sedang dijajah oleh Israel. Erdogan mengganggap hal ini membuat Ronaldo mengalami penurunan performa karena hanya bermain pengganti.

"Mereka telah menyia-nyiakan Ronaldo. Sayangnya, mereka memberlakukan larangan politik terhadapnya," kata Erdogan pada Minggu saat berbicara di sebuah acara pemuda di provinsi Erzurum timur, seperti dikutip dari Al Jazeera.

"Mengirim pemain seperti Ronaldo ke lapangan dengan hanya 30 menit tersisa untuk pertandingan merusak psikologinya dan menghilangkan energinya," kata Erdogan. "Ronaldo adalah seseorang yang membela perjuangan Palestina," tambahnya.

Pemain berusia 37 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti di paruh kedua pertandingan perempat final Piala Dunia melawan Maroko di mana Portugal kalah 1-0.

Mantan pesepakbola Manchester United dan Real Madrid itu juga pernah duduk di bangku cadangan saat Portugal menghadapi Swiss di babak 16 besar, tampil sebagai pemain pengganti.

Kekalahan melawan Maroko membuat Ronaldo, satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam lima Piala Dunia terpisah, tersingkir dari apa yang kemungkinan besar akan menjadi Piala Dunia terakhirnya, dan tidak dapat menahan air matanya saat dia berjalan menuju ruang ganti.

Ronaldo tidak pernah mengeluarkan pernyataan publik apa pun tentang konflik Israel-Palestina, meskipun laporan palsu dan foto palsu muncul secara daring.

Sebuah cerita yang beredar luas bahwa Ronaldo telah menyumbangkan 1,5 juta euro ($ 1,59 juta) kepada warga Palestina setelah dia melelang penghargaan sepatu emas ditolak pada tahun 2019 oleh sebuah perusahaan manajemen olahraga yang mewakili pesepakbola tersebut.

Gambar Ronaldo memegang tanda bertuliskan "Bersama dengan Palestina" dalam bahasa Spanyol yang dibagikan secara luas secara online juga telah direkayasa dan sebenarnya merupakan ungkapan dukungan bagi para korban gempa bumi di Spanyol pada tahun 2011.

Ronaldo digambarkan dengan syal Palestina di bahunya, tetapi itu mewakili Asosiasi Sepak Bola Palestina, dan mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu berdiri di samping kepala asosiasi itu, Jibril Rajoub.

Ronaldo juga telah bertemu dengan beberapa menteri Israel dan telah difoto mempersembahkan salah satu kaos sepak bolanya kepada mantan menteri luar negeri Israel Israel Katz.

TERKINI
KPK Sita Rp48,5 Miliar Terkait Suap Bupati Labuhanbatu KPU Siap Hadapi 297 Perkara PHPU Pileg 2024 Aktor Rio Reifan Ditangkap Kelima Kalinya di Kasus Narkoba CERI Laporkan Aspidum Kejati Jawa Timur ke Jaksa Agung Atas Dugaan Ini