Selasa, 20/12/2022 20:21 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bank Pembangunan Asia (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 menjadi 4,8% secara tahunan atau year on year (yoy), dari sebelumnya 5,0. Ada juga lembaga pemeringkat Fitch yang memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,8%, menjadi 4,8%.
Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 masih sesuai dengan yang ada dalam APBN 2023, yaitu sekitar 5,3%.
“Seperti disampaikan, meskipun ada revisi dari berbagai instansi, kami tidak akan mengikuti perubahan. Karena ini sudah jadi undang-undang (UU),” tegas Sri Mulyani, Selasa (20/12).
Meski begitu, Sri Mulyani mengaku tetap akan waspada terhadap perubahan yang terjadi baik di level global maupun level dalam negeri. Bila nanti ada peristiwa yang sangat memengaruhi dan mengancam prospek pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah akan siap melihat dampaknya terhadap kinerja APBN. Baik itu dari sisi asumsi dasar ekonomi makro, penerimaan, belanja, defisit, maupun pembiayaan.
Baleg DPR Kaji Usulan Dana Otsus Aceh 2,5 Persen dari DAU
Alasan Salat Tahiyyatul Masjid Sangat Ditekankan
Kawasan Transmigrasi Disiapkan jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Selain itu, Sri Mulyani juga menegaskan, meski pemerintah waspada, pemerintah tetap tidak khawatir yang berlebihan. Pemerintah harus tetap optimistis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.