Selasa, 13/12/2022 15:18 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan bahwa stunting dan kemiskinan ekstrem adalah musuh bersama.
Hal ini dia sampaikan pada acara Temu Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara secara daring, Senin malam (12/12).
Menurut dia, IPeKB sebagai sebuah organisasi profesi harus bisa menentukan visi bersama dalam setiap kegiatan untuk meringankan kerja.
"Sebetulnya visi bersama itu identik dengan musuh bersama, tentang apa yang mau kita perangi bersama-sama, itu boleh ditetapkan. Kalau secara global katakan lah yang sudah ada di depan mata stunting kita tinggi. Jika itu dianggap musuh bersama, kita tetapkan sebagai musuh bersama," kata Hasto.
Menko PM Dorong Kolaborasi Lintas Agama Atasi Kemiskinan Ekstrem
Mendes dan Gubernur NTB Bersinergi Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Menko PM Tekankan Pemda Motor Penggerak Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Hasto menjelaskan, secara global stunting di Indonesia masih cukup tinggi yakni 24,4 persen atau di atas angka standar yang ditoleransi oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO yaitu 20 persen.
Selain stunting, sambung Hasto, musuh bersama yang harus diperangi adalah angka kemiskinan ekstrem serta kematian ibu dan bayi yang angkanya masih tergolong tinggi. "Kalau itu menjadi bagian musuh bersama, ya ciptakan itu semua sebagai musuh bersama," tegas Hasto.
Hasto pun menjelaskan bahwa sebuah organisasi harus mampu menjadi pembelajar, dimana para anggotanya bisa mendewasakan diri dan berkembang dengan baik untuk mencapai visi bersama tersebut.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto berharap dengan kegiatan Temu IPeKB ini dapat menciptakan ide-ide kreatif dalam mendukung pelaksanaan program Pembanguan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting.
"Mudah-mudahan dengan pengukuhan pengurus IPeKB Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara ini bisa membantu, bisa menghasilkan, bisa menciptakan ide-ide kreatif yang inovatif guna mempercepat akselarasi capaian program Bangga Kencana dan tentunya juga mempercepat akselarasi penurunan angka stunting di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,"imbuh dia.