Rabu, 07/12/2022 13:52 WIB
Bandung, Jurnas.com- Teror bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat membawa kabar duka untuk Anggota Polri. Delapan anggotanya menjadi korban luka dan satu dinyatakan meninggal dunia dalam aksi biadab tersebut.
“Korban delapan anggota, dan satu meninggal anggota dan pelaku (Pengebom) meninggal. Tujuh dalam perawatan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo, Rabu (7/12/2022).
“Jadi korban sembilan orang dan satu meninggal. Satu pelaku sudah diidentifikasi dan dikembangkan terkait identitas,” sambungnya.
Satu anggota polisi yang gugur saat bertugas merupakan Anggota Polsek Astana Anyar, Aipda Sofyan. Ia dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan instensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Imanuel.
Polri Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Kereta, Keluarga Histeris
Wafat saat Menunggu Antrean Haji, Apakah Tetap Dapat Pahala?
3 Prajurit Pasukan Perdamaian RI di Lebanon Gugur, Puan Sampaikan Dukacita
Saat ini, bangunan depan Polsek Astanaanyar terlihat hancur berantakan akibat aksi bom bunuh diri tersebut. Dari video yang beredar, terlihat plafon bangunan polsek rusak akibat ledakan bom.
Selain itu, jendela bangunan Polsek juga rusak imbas peristiwa itu. Material bangunan yang hancur tampak berserakan di lantai di depan bangunan Mapolsek Astana Anyar. Insiden bom bunuh diri di Kantor Polsek Astanaanyar terjadi saat jajaran kepolisian sedang melakukan apel pagi.