Senin, 31/10/2022 15:47 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi gerak cepat Polri membentuk tim dalam menangani perkara gagal ginjal akut yang belakangan melanda Indonesia.
"Kami apresiasi kepada Polri yang dengan gerak cepat membentuk tim mengusut kasus gagal ginjal yang saat ini meresahkan masyarakat, terutama karena korbannya adalah anak-anak," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/10).
Ketua Harian DPP Gerindra ini juga berharap Kapolri dapat memerintahkan para anggota Polri untuk melakukan sosialisasi masif ke daerah - daerah terkait obat-obatan yang berbahaya.
“Kami juga minta kepada Polri yang berada di daerah-daerah, meminta kepada Kapolri untuk meminta kepada anggota-anggotanya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang obat-obat yang berbahaya ini," terang Dasco.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Di sisi lain, Legislator Dapil Banten III ini meminta masyarakat untuk terus mencegah penyebaran gagal ginjal akut pada anak. Salah satunya, dengan tidak menyimpan obat sirup terlarang yang sudah terlanjur dibeli.
"Apabila ada yang masih menyimpan, itu di daerah-daerah terutama, untuk tidak disimpan lagi karena larangan untuk menjual sudah ada tetapi yang sudah terlanjur membeli itu sebaiknya diberitahu untuk tidak disimpan lagi," demikian kata Sufmi Dasco Ahmad.
Untuk diketahui, tim yang dibentuk Polri terkait kasus gagal ginjal akut dipimpin Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Piput Rismanto. Anggota tim ini terdiri dari Dirtipidum hingga Dirtipid Narkoba serta Dirtipideksus.
Tim ini akan bekerja sama dengan instansi lain untuk menyelidiki kasus gagal ginjal akut, antara lain dengan Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Keyword : Warta DPR Gerindra Sufmi Dasco Ahmad gagal ginjal akut anak Polri