Korban Tewas Longsoran Gunung Himalaya Jadi 19 Orang

Jum'at, 07/10/2022 13:25 WIB

New Delhi, Jurnas.com - Korban tewas longsoran salju di Gunung Himalaya, India terus bertambah. Menurut laporan pada Jumat (7/10), korban tewas yang telah ditemukan mencapai 19 orang.

Dikutip dari AFP, cuaca buruk menghambat upaya pencarian dan penyelamatan hari keempat yang dilakukan oleh petugas.

"Sembilan belas mayat telah ditemukan. 10 orang masih hilang," ujar juru bicara badan bencana India, Ridhim Aggarwal.

"Operasi penyelamatan telah dilanjutkan untuk hari itu tetapi tergantung pada cuaca. Cuacanya buruk," imbuh dia.

Polisi, otoritas bencana dan angkatan udara India telah dikerahkan untuk membantu upaya pencarian, dengan 32 orang berhasil diselamatkan dari gunung meskipun salju dan hujan terus turun.

Sebuah landasan pendaratan helikopter telah disiapkan di dekat lokasi longsoran pada ketinggian 4.900 meter (16.000 kaki) di atas permukaan laut, menurut keterangan Polisi Perbatasan Indo-Tibet, pada Kamis (6/10) kemarin.

Sunil Lalwani, salah satu pendaki peserta pelatihan yang diselamatkan, memuji para instruktur karena telah menyelamatkan banyak nyawa.

"Kami berada 50-100 meter dari puncak dengan instruktur kami di depan kami, ketika tiba-tiba longsoran salju menghantam kami dan menjatuhkan semua orang," ungkap Lalwani.

"Itu terjadi dalam hitungan detik dan kami terlempar ke dalam jurang. Kami entah bagaimana bisa bernapas. Karena merekalah kami hidup hari ini," sambung dia.

Di antara mayat yang ditemukan awal pekan ini ialah pendaki Savita Kanswal, yang telah mencapai puncak Everest tahun ini. Dia adalah seorang instruktur ekspedisi dan dipuja oleh komunitas pendakian karena mencapai puncak tertinggi di dunia dan Makalu di dekatnya hanya dalam 16 hari.

TERKINI
Set Eras Tour Baru, Taylor Swift Ajukan Merek Dagang untuk `Female Rage: The Musical` Olivia Rodrigo Malu, Crop Top yang Dipakainya Lepas di Atas Panggung Ilmuwan Temukan Planet `Permen Kapas` Berjarak 1.200 Tahun Cahaya dari Bumi ?Dermaga Bantuan AS untuk Gaza Sulit Jadi Kenyataan di Masa Perang