Lulusan STAN Harus Bisa Dipercaya Mengelola Keuangan Negara

Senin, 03/10/2022 22:41 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta, 2.397 lulusan yang resmi menyelesaikan masa studinya di PKN STAN supaya menjadi pengelola keuangan negara yang baik. Hal itu, dikatakan Menkeu saat menghadiri Wisuda Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) Tahun 2022, Senin (3/10/2022).

“Pengelola keuangan negara adalah manusia yang harus bisa dipercaya. Itu adalah ultimate currency dari pengelola keuangan negara. Nilai fundamental seorang bendahara negara dimana pun kalian ditempatkan,” ungkap Sri Mulyani.

Untuk menjadi pengelola keuangan negara, dia berharap para wisudawan/wati untuk terus belajar meski telah masuk masa kerja. Hal ini karena Indonesia sama dengan negara-negara lain di dunia akan terus dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah.

Mulai dari pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan geopolitik yang berdampak besar neraca keuangan. “Siapkan diri kalian untuk tantangan tersebut. Itu adalah salah satu tantangan yang akan kalian hadapi dalam dekade ke depan,” tandas Sri Mulyani.

Selain itu, dia mengungkapkan pula bahwa para lulusan termasuk dalam generasi demografi muda, sehingga harus menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang mampu mengisi dan menjadi penyangga Indonesia ke depan.

Dia mengatakan, pandemi itu tidak abstrak, konkret dampaknya ancamannya. Climate change juga bukan isapan jempol dan merupakan tantangan nyata. Sementara itu, demografi juga akan berubah dan geopolitik juga bukan sesuatu yang abstrak, itu adalah sesuatu yang nyata.

“Jadi berbagai tantangan, harapan, itu seharusnya menyebabkan kalian menjadi makin bersemangat. Kalau begitu, ilmu yang saya dapatkan di PKN STAN akan menjadi bekal saya dan saya akan menambah bekal seterusnya untuk bisa menyiapkan Indonesia menghadapi tantangan tantangan tersebut,” pungkas Sri Mulyani.

TERKINI
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan IFP Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA