Minggu, 25/09/2022 11:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin mendoakan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani lolos menjadi Presiden RI dalam Pemilu 2024 mendatang.
Sambil berkelakar, Gus Muhaimin mengatakan dirinya minimal menjabat sebagai wakil Presiden RI 2024 mendatang.
“Saya terimakasih Mbak Puan ingat ulang tahun saya hari ini, diberi kue. Terimakasih disiapkan kue ulang tahun, mudah-mudaan doanya terkabul, dan saya minimal jadi wakil presiden,” terangnya.
Pernyataan itu dilontarkan Gus Muhaimin usai berziarah ke makam mendiang Taufik Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (25/9). Setelahnya, Gus Muhaimin mendapatkan kejutan dari Puan Maharani dan jajaran pengurus PDIP. Kejutan yang dimaksud adalah kue ulang tahun Gus Muhaimin yang ke-56.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
“Kok geser jadi wapres? Partainya kalah gede (dengan PDIP),” sambung Gus Muhaimin lagi.
Puan lalu menanggapi pernyataan Gus Muhaimin. Ketua DPR RI itu katakan, kemungkinan koalisi PDIP dengan PKB adalah sesuatu yang mungkin terjadi. Sebab, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik.
“Mungkin saja, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Ini bisa ketemu begini saja sudah satu sinyal bahwa kemungkinannya ke depan ada dinamika-dinamika lain,” kata Puan.
“Saya ikut mendoakan (Gus Muhaimin jadi wapres). InsyaAllah, amin,” tambah Puan disambut ucapan Gus Muhaimin dengan mendoakan Puan Maharani sebagai Presiden meneruskan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu menambahkan, dinamika politik ke depan masih sangat cair. Apalagi masih ada waktu setahun ke depan, artinya masih ada waktu perubahan-perubahan komposisi koalisi partai politik.
“Karena masih setahun, saya rasa masih bisa terbangun, (masih) terbuka, bagaimana kemudian menyamakan visi misi dan cita yang sama. Namanya dinamika politik, tidak ada yang mungkin, pertemuan ini membuka ruang bagi kita berdua untuk selalu berkomunikasi,” demikian kata Puan Maharani.