Dewan Pers Beberkan Media Jadi Alat Pemeras

Selasa, 10/01/2017 18:18 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Pers Yoseph Stanley Adi Prasetio mengatakan pentingnya menguji kualifikasi media pemberitaan. Alasannya, media kerap menjadi alat oknum pelaku kejahatan.

Stanley juga melihat adanya gejala penggunaan simbol negara sebagai logo media yang digunakan untuk memeras. Di antaranya, logo KPK, BIN serta lembaga penyelenggara pemilu.

"Itulah antara lain yang ditakuti sekolah-sekolah karena mereka belum bisa membedakan mana yang KPK ngurus korupsi dan KPK media untuk memeras," ujar Stanley dalam diskusi bertema News or Hoax di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2016).

Selain itu, Stanley juga menyinggung perilaku penulisan berita yang hanya mempertimbangkan rating pembaca tanpa mengutamakan kebenaran informasi. Sehingga, kata dia, penulisan berita cenderung berbeda antara judul dengan kontennya.

Stanley mengingatkan agar media lebih mengutamakan kualitas penulisan berita dalam menyajikan informasi ke masyarakat. Ia menekankan para wartawan tidak mengikuti kerja penulisan berita media abal-abal yang penuh dengan pembohongan publik.

"Silahkan media abal-abal terbit, nanti alam yang akan menyeleksi. Kalau ada nama atau logo media yang dibajak, tinggal laporkan ke aparat kepolisian," tandasnya.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya