Senin, 15/08/2022 17:27 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid kembali menegaskan bahwa digitalisasi UMKM sangatlah penting, bahkan menjadi kata kunci bagi kemajuan ekonomi nasional di masa mendatang.
Kata Meutya Hafid, UMKM Indonesia jika dilihat ukuran masing-masing individunya memang kecil, tetapi kalau dipadukan dan diakumulasi akan jelas terlihat betapa besarnya kontribusi UMKM kepada ekonomi Indonesia.
"UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia dan kontribusinya terhadap PDB Indonesia mencapai sekitar 61 persen," tegas Meutya saat menjadi keynote speaker di webinar Ngobrol Bareng Legislator yang digelar bersama Kominfo, Senin (15/8/2022).
Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek. Menghadirkan Dirjen Aptika Kemenkominfo Semuel A Pangerapan, dan Founder taboicesmoothies Ilma Waty Nasution sebagai narasumber.
21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini
O`Reilly Terpukau dengan Gol Solo Run Rayan Cherki
Guardiola Sebut Bernardo Silva Pantas Jadi Legenda Klub
Meutya menegaskan, apa pun kegiatan yang sifatnya membantu proses digitalisasi UMKM sangatlah penting artinya bagi penguatan ekonomi nasional.
“Membantu UMKM artinya membantu tulang punggung ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah sudah benar dengan membantu UMKM kita melakukan transformasi digital,” ujarnya.
Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Buktinya di saat pandemi, produk-produk UMKM melalui platform digital atau e-commerce justru berkembang sehingga pelaku UMKM dituntut untuk adaptif.
Oleh karena itu, lanjut Meutya Hafid, produktivitas UMKM harus terus ditingkatkan karena memiliki peranan besar.
"Termasuk dari segi kompetisinya. Sehingga sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM harus terus diperkuat lewat berbagai program-program yang inovatif," ujarnya.
Founder taboicesmoothies, Ilma Waty Nasution mengatakan penerapan penggunaan teknologi digital yang sering digunakan dalam UMKM adalah sosial media seperti Instagram, Facebook dan Tiktok.
"Aplikasi sosial media menjadi wadah marketing dalam melebarkan sayap UMKM pada jangkauan pasar yang lebih luas lagi," katanya.
Ilma Waty juga menambahkan aplikasi qris juga membantu UMKM dalam mempermudah konsumen untuk membayar hanya dengan scan barcode.
Adapun Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan pesatnya peran teknologi semakin terpacu dengan adanya pandemi Covid-19 mendorong semua pihak untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas di ruang digital.
"Kondisi ini menunjukkan kita berada di era percepatan transformasi digital," kata Semuel.
Ia menilai pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi. Oleh karena itu, pemerintah harus dapat menyiapkan SDM Indonesia dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini.
“Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik, kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat Indonesia. Bersama kita bisa melalui pandemi, tetap semangat dan salam literasi digital,” ujarnya.
Keyword : Meutya HafidUMKMDigitalisasi