Kamis, 11/08/2022 22:37 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) kembali melakukan aksi di depan Gedung Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka menyebut, aksi itu dilakukan untuk menyikapi pernyataan Ketua Umum PPP Suharso Monoara yang akan meninggalkan politik identitas partai.
“Pernyataan yang dikatakan Suharso ini sangat bodoh terkait ingin meninggalkan politik identitas. Ini artinya sama saja dengan menghancurkan PPP,” kata Ketua Majelis Pertimbangan PPP Jakarta Selatan, Muchbari di lokasi, Kamis (11/8).
Menurut Muchbari, dampak buruk dari hilangnya politik identitas adalah akan banyak yang umat yang meninggalkan partai. Pada 2024 nanti, menurutnya PPP juga akan hancur dan tidak lolos dalam parliamentary threshold.
“Padahal umat berharap hanya PPP satu-satunya partai Islam yang bisa menyuarakan aspirasi. Kalau kita meninggalkan politik identitas, sudah jelas dan pasti umat akan meninggalkan PPP,” ujarnya.
UI Kukuhkan Doktor FISIP, Soroti Selebritisasi Politik di Medsos
Berantas Rokok Ilegal Lebih Efektif Ketimbang Tambah Beban Pajak
Sari Yuliati: Groundbreaking Masela Tonggak Baru Kedaulatan Energi Nasional
Ke depan, Muchbari mengaku akan mengumpulkan para ulama, kyai, dan habib untuk menyikapi pernyataan Suharso. Sebab menurutnya, PPP bukan hanya milik pemimpin partai namun milik umat.
“Saya akan mengumpulkan para ulama, kyai, habib untuk menyikapi pernyataan Suharso. Karena partai ini tidak terlepas dari umat, ulama, para pimpinan pondok pesantren, dan habib yang membantu memperjuangkan PPP,” tutupnya.
Sebelumnya, pada Rabu (10/8) Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari tiga partai politik (parpol) PPP, PAN, dan Golkar mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024. Diketahui juga, dengan adanya KIB tersebut artinya Suharso ingin meninggalkan politik identitas.
Keyword : Suharso MonoarfaPolitikPemilu 2024PPP