Kritik Obat Lianhua Qingwen, Web Medis China Disensor

Kamis, 11/08/2022 18:14 WIB

Beijing, Jurnas.com - Salah satu laman web medis populer di China, DXV, disensor karena mengkritik obat herbal untuk Covid-19, Lianhua Qingwen, yang didukung oleh pemerintah Beijing.

DXY mempertanyakan keampuhan Lianhua Qingwen, obat herbal yang dipasarkan untuk demam dan sakit tenggorokan sebagai pengobatan Covid-19.

China menyetujui ramuan yang terbuat dari bahan-bahan seperti biji honeysuckle dan aprikot itu, sebagai pengobatan Covid-19 pada tahun 2020, dan didistribusikan ke penduduk Shanghai selama wabah.

Dikutip dari AFP pada Kamis (11/8), laman web tersebut kini dilarang memposting di setidaknya lima akun media sosial Weibo-nya, karena dianggap melakukan "pelanggaran hukum dan peraturan yang relevan".

Akun WeChat resmi DXY, yang biasanya menerbitkan beberapa artikel sehari tentang topik medis, belum diperbarui sejak Senin lalu. Weibo juga tidak merinci peraturan mana yang telah dilanggar oleh DXY.

Sebagaimana diketahui, pemerintah China makin gencar mempromosikan pengobatan tradisional di dalam dan luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, dengan kedok nasionalisme.

Hal inilah yang menyebabkan DXY dikritik karena menargetkan pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) untuk mempromosikan obat-obatan Barat.

Amerika Serikat dan negara Barat lainnya menegaskan tidak ada bukti valid Lianhua Qingwen dapat mencegah atau menyembuhkan Covid-19, bahkan ketika itu semakin dipromosikan oleh otoritas pemerintah di China dan Hong Kong.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS juga belum menyetujui Lianhua Qingwen sebab "tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kompeten dan dapat diandalkan".

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi