Rabu, 10/08/2022 10:40 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan kesedihan pada Selasa (9/8) atas pembunuhan monyet di Brasil di tengah kekhawatiran penularan cacar monyet (monkeypox).
Situs berita Brasil G1 melaporkan pada Minggu bahwa 10 monyet telah diracuni dalam waktu kurang dari seminggu di kota Sao Jose do Rio Preto, di negara bagian Sao Paulo. Insiden serupa dilaporkan terjadi di kota-kota lain.
"Orang-orang harus tahu bahwa penularan yang kita lihat sekarang terjadi di antara manusia," kata Juru Bicara WHO, Margaret Harris saat konferensi pers di Jenewa.
Brasil menghitung lebih dari 1.700 kasus cacar monyet, menurut WHO.
Penumpang Tahan Pintu Whoosh Karena Ada Barang yang Tertinggal
Sempat Terhenti Akibat Seng Masuk Jalur, Operasional Whoosh Dipastikan Aman
Cedera Otot, Barcelona Kehilangan Raphinha Selama Sebulan
Kementerian Kesehatan Brasil mengkonfirmasi satu kematian terkait penyakit itu pada 29 Juli. Korbannya adalah seorang pria yang memiliki kekebalan rendah dan penyakit penyerta.
Penularan dapat terjadi dari hewan ke manusia, tetapi wabah baru-baru ini hanya terkait dengan kontak manusia. "Orang-orang tentu tidak boleh menyerang hewan-hewan itu," katanya.
Brasil memiliki daftar panjang serangan terhadap monyet selama wabah demam kuning juga.
Sejak Mei, hampir 90 negara telah melaporkan lebih dari 29.000 kasus cacar monyet. WHO mengklasifikasikan wabah penyakit yang dulu langka itu sebagai keadaan darurat internasional pada bulan Juli.
Sumber: AP