Minggu, 31/07/2022 19:04 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan, kapal pertama ekspor gandum kemungkinan akan meninggalkan pelabuhan Ukraina pada Senin (1/8).
"Kalau besok semua (detail) sudah selesai, sepertinya kemungkinan besar kapal pertama akan berangkat besok. Kita lihat kapal-kapal keluar dari pelabuhan paling lambat keesokan harinya," kata Kalin.
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan penyiar Kanal 7, Kalin mengatakan pusat koordinasi bersama di Istanbul mungkin akan menyelesaikan pekerjaan akhir pada rute ekspor segera.
Sebelumnya pada Jumat, 22 Juli 2022, Rusia dan Ukraina menandatangani kesepakatan untuk membuka kembali ekspor gandum dan pupuk yang telah diblokir akibat perang.
Rusia Pulihkan Jalur Listrik Pembangkit Tenaga Nuklir Zaporizhzhia
Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut
Ukraina Dituding Sebagai Akar Masalah Ketegangan Rusia dengan Eropa
Rusia dan Ukraina adalah pemasok gandum global utama. Konsensus yang ditengahi oleh Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu dimaksudkan meredakan krisis pangan dan mengurangi harga gandum global yang telah meningkat sejak invasi Rusia.
Perjanjian tersebut bertujuan memastikan perjalanan yang aman untuk pengiriman gandum masuk dan keluar dari Chornomorsk, Odesa dan pelabuhan Pivdennyi. Moskow menyalahkan Ukraina karena menunda pengiriman dengan menambang perairan pelabuhan.
Sumber: Reuters