Rabu, 27/07/2022 17:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Politikus partai Golkar, Mukhtarudin menyatakan ketidaksetujuannya apabila Citayam Fashion Week (CFW) dikapitalisasi oleh segelintir kelompok demi kepentingan tertentu.
Ketidaksetujuannya lantaran CFW merupakan cermin generasi muda Indonesia yang berkreativitas tanpa sokongan kekuatan modal. Mereka murni lahir dari talenta-talenta muda yang memiliki semangat pantang berputus asa.
"Citayam Fashion Week sudah menjadi sebuah fenomena sekaligus wadah yang baik untuk para generasi muda untuk menunjukkan bakatnya di dunia fashion," ucap Anggota DPR RI itu kepada wartawan, Rabu (27/7).
Ketika fenomena CFW digiring ke arah kepentingan bisnis, lanjut Mukhtarudin, dikhawatirkan bakat anak-anak muda justru akan terdistorsi.
PBB: 2025 Tahun Paling Mematikan bagi Pengungsi Rohingya di Laut
Ditentang Keras, RUU Anti-Semitisme Prancis Akhirnya Ditarik
Uni Eropa Bakal Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Suriah
"Karena di sini anak-anak muda bisa banyak melakukan hal-hal positif dan saya tidak setuju jika Citayam Fashion Week dijadikan sebuah brand, karena dikhawatirkan bisa membatasi kreativitas para anak muda ini," demikian kata Legislator Dapil Kalteng ini.
Sebelumnya, artis papan atas Baim Wong berniat menjadikan CFW sebagai wadah yang berbadan hukum.
Atas niat tersebut, pro kontra di tengah masyarakat pun tak terhindarkan.
Terbaru, Baim Wong mengurungkan niatnya menjadikan CFW sebagai wadah yang berbadan hukum.