Minggu, 03/07/2022 17:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Saat ini, baru sekitar 3,18% pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi pengusaha mapan. Kendati begitu, UMKM telah memberi kontribusi 99% bagi perekonomian Indonesia.
Hal itu, disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara Halal bihalal Ikatan Alumni (IKA) Unpad di Aula Graha Sanusi Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Minggu (3/7/2022).
"99% ekonomi Indonesia didominasi UMKM. Tapi mayoritas masih kurang produktif. Karena dari total UMKM yang ada, baru 3,18 persen yang tergolong wirausaha mapan, " kata Teten Masduki, dikutif dari keterangan tertulisnya, Minggu (3/7/2022).
Oleh karenanya, kata dia, pihaknya terus menggenjot produktivitas UMKM. Sehingga perlu ada pendekatan evolusi kewirausahaan berbasis pengetahuan, kreativitas, dan teknologi. UMKM jangan lagi hanya mengandalkan usaha tradisional.
Selain Kartini, Ini 4 Perempuan Pejuang Pendidikan di Indonesia
Peringatan Hari Kartini Setiap 21 April: Ini Sejarah hingga Tujuannya
21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini
"Global value chain UMKM kita baru 4 persen. Kita lihat produk penjualan digital (marketplace) masih dominasi impor. Kami ingin UMKM kita kompetitif lokal dan internasional. Bagaimana mereka bisa menjadi pengusaha tangguh, " jelas Teten.
Pemerintah juga terus mendorong munculnya wirausaha baru. Karena untuk mencapai target ekonomi emas pada 2045 minimal Indonesia harus memiliki 4 persen UMKM. Kemenko dan UKM saat ini menargetkan penambahan 1 juta UMKM baru.
"Setiap tahun ada 1,7 lulusan sarjana dari perguruan tinggi. Ini harus diarahkan menjadi entrepreneur, jangan jadi pekerja. Saat ini saja, 97 persen lapangan kerja disediakan usaha mikro, " imbuh dia.
Keyword : Menkop UKMTeten MasdukiUMKM