Selasa, 03/01/2017 09:10 WIB
New York - Kabar terjadinya peretasan yang dilakukan Rusia terkait hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump, dibantah juru bicara Presiden terpilih, Sean Spicer. Kata dia, tidak ada bukti yang dapat menjelaskan tudingan tersebut.
Tak hanya itu, Sean juga mengatakan, tudingan itu pun menjadi tidak bertanggung jawab karena belum ada laporan akhir intelijen. "Tidak ada bukti bahwa mereka mempengaruhi pemilu. Gagasan untuk menyimpulkan sebelum memiliki laporan akhir adalah tidak bertangung jawab," kata Sean dilansir Fox News.
Baca Juga : Donald Trump Bawa Keuntungan Bagi Indonesia?
Tudingan itu memang sempat dibantah habis-habisan oleh pihak Donald Trump. “Saya pikir itu hanya alasan yang dibuat-buat. Saya tidak percaya itu,” kata Trump kepada Fox News yang dilansir CNN.
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
Baca Juga : Rusia Dicekal, Trump; "Ayo Move On
Isu peretasan pemilihan Presiden Amerika Serikat ini, terus menuai perdebatan. Sempat ada permintaan dilakukan pemilihan ulang. Bahkan Presiden Barack Obama pada pekan lalu sempat mengusir 35 terduga mata-mata Rusia.
Keyword : Pemilihan Presiden Amerika Donald Trump