Jum'at, 24/06/2022 05:59 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Pemerintah Swedia menyarankan warganya agar tidak bepergian ke Iran menjelang putusan pengadilan mantan pejabat Iran.
"Karena situasi keamanan, Kementerian Luar Negeri menyarankan agar semua perjalanan ke Iran tidak dilakukan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Swedia dalam sebuah pernyataan pada Kamis (24/6).
"Akhir-akhir ini, ekspresi ketidakpuasan terhadap Swedia dan negara-negara Eropa lainnya meningkat. Iran dalam berbagai cara menyatakan ketidakpuasannya dengan persidangan yang sedang berlangsung terhadap seorang warga negara Iran di Swedia," kata Kemenlu Swedia menurut kantor berita Swedia TT.
Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Swedia mengadili seorang mantan pejabat Iran yang dituduh melakukan kejahatan perang. Ia diadili atas eksekusi massal dan penyiksaan tahanan politik di penjara Iran pada 1980-an.
Trump Klaim Iran Nyaris Runtuh, Minta Segera Buka Blokade
Arkeolog Prancis Pecahkan Misteri Tulisan Kuno Iran 4.000 Tahun
Putin Puji Perlawanan Iran atas Tekanan AS dan Israel
Putusan sidang akan jatuh tempo pada 14 Juli.
Pada bulan Mei, Iran mengumumkan bahwa peneliti kedokteran bencana Swedia-Iran, Ahmadreza Djalali, akan dieksekusi setelah ditangkap atas tuduhan mata-mata untuk Israel.
Iran telah menangkap puluhan warga negara ganda dan orang asing selama beberapa tahun terakhir, sebagian besar atas tuduhan spionase. Negara ini tidak mengakui kewarganegaraan ganda.
Sumber: Alarabiya News