Polisi Paris Akui Gagal Amankan Final Liga Champions

Jum'at, 10/06/2022 17:55 WIB

Paris, Jurnas.com - Kepala kepolisian Paris, Prancis, Didier Lallement, mengaku gagal menangani kericuhan yang terjadi sebelum kick-off final Liga Champions pada akhir Mei lalu. Akibatnya, pertandingan sempat ditunda hingga 30 menit.

Menurut Lallement, laga panas yang mempertemukan Real Madrid melawan Liverpool "jelas-jelas gagal". Dia lalu meminta maaf kepada fans Spanyol dan Inggris, yang menjadi korban keributan di ibu kota Prancis sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Dia menyayangkan banyak penggemar yang diserang oleh pelaku keonaran, yang dianggap merusak citra Prancis. Di sisi lain, dia membela kebijakan aparat menggunakan gas air mata untuk memecah kericuhan.

"Penggunaan gas ini memiliki itikad baik, terutama keluarga," kata Lallement dikutip dari Marca pada Jumat (10/6). Dia menyebut bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mengurangi tekanan di pintu masuk ke Stade de France.

Lallement juga menekankan bahwa pekerjaan polisi mencegah "tragedi", dan faktanya akhirnya pertandingan tersebut dapat dimainkan tanpa ada penggemar yang mengalami cedera serius.

Lallement menambahkan, sebagaimana yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri sebelumnya, bahwa mungkin ada antara 30.000 dan 40.000 penggemar sepak bola di luar stadion sepanjang pertandingan itu berlangsung.

TERKINI
Yordania Kutuk Serangan Iran ke Bahrain dan Kuwait Presiden Lebanon Kecam Serangan Iran ke Kuwait dan Bahrain Satu Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Rudal Iran ke Kuwait KPK Buru Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim