Jum'at, 10/06/2022 08:50 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (9/5). Ia akan bertemu dengan presidennya, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Kunjungan Bennett ke Abu Dhabi sebelumnya tidak diumumkan.
Pernyataan dari pemerintah Israel mengatakan kedua pemimpin, yang negaranya membuka hubungan dua tahun lalu, akan membahas berbagai masalah regional tetapi tidak memberikan perincian.
"Hari ini, bersama-sama, kita akan membawa ikatan khusus yang telah terjalin antara negara kita ke tingkat berikutnya," kata Bennett seperti dikutip.
Dua Orang Tewas dalam Serangan Israel ke Lebanon
Anak-anak dan Jurnalis Diserang di Taman Bermain Tepi Barat
Polisi Israel Tembak Mati Pria Palestina di Yerusalem
Dalam pernyataan itu, Bennett juga memuji kritik Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap Iran karena gagal menjelaskan jejak uranium yang ditemukan di tiga situs yang tidak diumumkan.
Pada September 2020, UEA dan Israel menandatangani kesepakatan untuk menormalkan hubungan mereka.
Sejak itu, kedua negara bertukar kunjungan resmi pejabat senior dan telah menandatangani puluhan perjanjian bilateral di berbagai bidang, termasuk investasi, layanan perbankan, dan pariwisata.
Tiga negara Arab lainnya, Bahrain, Maroko, dan Sudan, bergabung dengan UEA dalam langkah kontroversial yang kemudian dikenal sebagai Kesepakatan Abraham.
Keyword : Israel Naftali BennettUni Emirat Arab