Senin, 06/06/2022 18:18 WIB
London, Jurnas.com - Nasib Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan diputuskan pada Senin (6/6) ini, melalui pemungutan suara (voting) mosi tidak percaya. Selama memerintah, Johnson menerima banyak ketidakpuasan yang terancam menggulingkannya dari kursi nomor satu.
Jika kehilangan suara di antara 359 anggota parlemen Partai Konservatif, maka Johnson akan dilengserkan, dan pemimpin baru akan dipilih sebagai Perdana Menteri Inggris. Adapun jika menang, dia harus menghadapi berbagai pro dan kontra yang terdapat di tubuh partainya sendiri.
Dikutip dari Associated Press, pejabat Partai Konservatif, Graham Brady mengaku telah menerima surat yang menyerukan mosi tidak percaya dari setidaknya 54 legislator Konservatif, cukup untuk memicu mosi di bawah aturan partai.
"Ambang batas 15 persen (dari Konservatif di House of Commons) telah dilewati," kata Brady. Dia mengatakan pemungutan suara akan dilakukan secara langsung di parlemen pada Senin malam, dengan hasilnya diumumkan segera setelahnya.
Cedera Kronis, De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim
Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini
Big Match Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris
Kantor Johnson di Downing Street mengatakan perdana menteri menyambut baik pemungutan suara tersebut.
"Malam ini adalah kesempatan untuk mengakhiri spekulasi berbulan-bulan dan memungkinkan pemerintah untuk menarik garis dan melanjutkan, memenuhi prioritas rakyat," katanya.
Pendukung Johnson optimistis akan memenangkan dukungan lebih dari 180 anggota parlemen dan mengalahkan tantangan itu. Sayangnya, menurut catatan, perdana menteri terakhir yang selamat dari mosi tidak percaya adalah Theresa May pada 2018. Dia tidak pernah mendapatkan kembali otoritasnya dan mengundurkan diri dalam beberapa bulan, memicu kontes kepemimpinan yang dimenangkan oleh Johnson.