Selasa, 17/05/2022 22:38 WIB
Moskow, Jurnas.com - Rusia mengumumkan secara resmi rencana untuk menarik diri dari Dewan Negara Laut Baltik (CBSS). Keputusan itu disampaikan dua bulan setelah CBSS menangguhkan Moskow dari keanggotan, sebagai tanggapan atas invasi di Ukraina.
CBSS terdiri dari sejumlah negara Eropa, yakni Denmark, Estonia, Finlandia, Jerman, Islandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, Polandia, Swedia dan Rusia.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, bersikeras bahwa pemerintah telah membuat keputusan untuk meninggalkan CBSS "sebagai tanggapan atas tindakan bermusuhan" oleh kelompok tersebut, dan berbagai sanksi yang dikenakan Uni Eropa.
"Pemutusan keanggotaan di CBSS tidak akan mempengaruhi kehadiran Rusia di kawasan itu," kata Lavrov dikutip dari BBC pada Selasa (17/5).
Kedubes Rusia Tuding Ukraina di Balik Pengeboman Restoran Italia
Tekan Arus Imigran, Uni Eropa Sepakat Bangun Pusat Penyelamatan Maritim
Senat AS Lanjutkan Pembahasan RUU Penambahan Sanksi Rusia
Dia memperingatkan bahwa setiap upaya untuk "mengusir negara kita dari Baltik pasti akan gagal". Dia juga menuduh NATO dan anggota Uni Eropa dari CBSS mengubah dewan menjadi "instrumen kebijakan anti-Rusia".
Sebelumnya, Uni Eropa mengusulkan sejumlah sanksi yang hingga saat ini belum disetujui oleh seluruh anggota. Sanksi-sanksi tersebut ialah, penyetopan impor minyak mentah dan produk olaha dari Rusia; pemutusan sejumlah perbankan Rusia dari Swift; pemutusan media massa milik Rusia; dan menjatuhkan sanksi untuk 58 orang Rusia, termasuk mereka yang terlibat dalam kejahatan perang di Bucha dan pengepungan Mariupol.
Keyword : Rusia Dewan Negara Laut Baltik CBSS Ukraina Uni Eropa