Wilayahnya Direbut Rusia, Ukraina Bakal Meminta Senjata Berat dari AS

Minggu, 24/04/2022 09:11 WIB

JAKARTA, Jurnas.com -  Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina berharap untuk mengamankan senjata berat pada pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Amerika Serikat (AS) di Kyiv pada Minggu (24/4).

Ia mengatakan, persediaan senjata berat penting bagi Ukraina untuk akhirnya merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia.

Zelenskyy memperingatkan, Kyiv akan menghentikan pembicaraan dengan Moskow jika Rusia menghancurkan rakyatnya yang terkepung di kota Mariupol yang dilanda perang atau menggelar referendum untuk menciptakan lebih banyak republik yang memisahkan diri di tanah Ukraina yang baru diduduki.

Pada satu titik dalam konferensi pers yang emosional, ia menilai Rusia dapat menggunakan senjata nuklir, tetapi tidak ingin percaya bahwa Moskow akan menggunakannya.

Ia mengatakan, sangat penting bagi Ukraina mendapatkan lebih banyak senjata. "Begitu kami memiliki (senjata lebih), segera setelah cukup, percayalah, kami akan segera merebut kembali wilayah ini atau itu, yang diduduki sementara," katanya kepada wartawan.

Zelenskyy mengumumkan kedatangan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin dalam waktu dekat untuk pembicaraan pada Minggu.

"Besok kami akan membahas daftar persis senjata yang penting bagi kami dan kecepatan pengirimannya," katanya kepada awak media. "Kami mengharapkan ini. Kami ingin memiliki ... senjata berat yang kuat."

Sambil menahan air mata, ia mengatakan merasakan rasa sakit dari setiap Ukraina yang kehilangan anak-anak dalam perang Rusia dan mengatakan, serangan rudal Sabtu telah menewaskan delapan orang di kota Odesa, termasuk seorang anak berusia tiga bulan.

Ia menambahkan, Sabtu adalah salah satu hari yang paling sulit bagi pasukan Ukraina yang dikepung di Mariupol, dan bahwa Kyiv telah menawarkan Moskow setiap kemungkinan kesepakatan pertukaran untuk mengamankan pembebasan mereka.

Pasukan Ukraina bersembunyi di pabrik baja di kota Mariupol.

Sumber: Reuters

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya